MEKANISME GERAK PADA VERTEBRATA
A. Standar kompetensi
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/ penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas
B. Kompetensi dasar
3.1. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia.
C. Indikator
· Mengidentifikasi struktur dan fungsi tulang, sendi dan otot dalam sistem gerak
·         Menggambarkan struktur tulang, otot dan sendi
·         Menjelaskan keterkaitan tulang, otot dan sendi dalam sistem gerak
·         Menjelaskan terjadinya proses gerak: gerak biasa dan gerak refleks
·         Mengurutkan proses terjadinya sebuah gerakan
·         Menjelaskan mekanisme kerja otot sebagai alat gerak aktif
·         Menjelaskan penyebab terjadinya kelainan/ gangguan pada sistem gerak
·         Menjelaskan cara menghindari / rehabilitasi berbagai penyakit pada sistem gerak
·          Membuat laporan hasil studi pemanfaatan teknologi pada kerusakan sistem gerak
============================================================
            Manusia dan hewan dapat berpindah tempat dengan cara bergerak, dimana hal itu terjadi karena adanya kerjasama antara rangka dan otot. Rangka yang tersusun atas tulang-tulang dapat bergerak karena digerakkan oleh otot. Oleh sebab itu rangka disebut alat gerak pasif. Otot mempunyai kemampuan berkontraksi dan berelaksasi. Bila otot berkontraksi, akan dihasilkan tenaga dan terjadilah gerakan organ-organ yang dilekati atau organ disekitarnya ke arah tertentu. Bila otot berelaksasi, maka organ-organ tadi akan bergerak ke arah yang berlawanan. Hal itu terjadi secara terus menerus, sehingga aktivitas gerakan organ-organ berlangsung terus. Dengan demikian, otot disebut alat gerak aktif.
A. RANGKA
            Rangka pada Vertebrata terdiri atas tulang-tulang, kartilago dan ligamen yang tersusun sedemikian sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Rangka Vertebrata umumnya terletak di dalam tubuh, sehingga disebut Endoskeleton/ rangka dalam. Sedangkan pada beberapa hewan, misalnya udang, kepiting, rangka terdapat di luar tubuh/ Eksoskeleton. Hewan seperti ini biasanya mengalami pergantian kulit secara periodik dalam hidupnya.
a. Fungsi rangka
- menyokong/ menopang tubuh
- memberi bentuk tubuh
-pelindung alat-alat tubuh yang lunak
-tempat perlekatan otot
-tempat penimbunan mineral
-tempat pembentukan sel-sel darah
-alat gerak pasif
b. Proses pembentukan rangka
            Rangka pada Vertebrata sudah mulai terbentuk selengkapnya pada akhir bulan kedua perkembangan embrio. Sedangkan proses penulangan ( osifikasi ) baru mulai berakhir kira-kira pada usia 25 tahun. Berdasarkan prosesnya osifikasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
-          Osifikasi intermembran
Terjadi pada pembentukan tulang pipih, dimana tulang ini dibentuk langsung oleh sekelompok sel pembentuk tulang/ osteoblas yang terdapat dalam membran fibrosa. Bagian sisi-sisi tulang dibentuk oleh sekelompok sel yang berbeda disebut trabekula yang mampu membentuk jalinan seperti jala sebagai tulang spon
-          Osifikasi endokondral
Terjadi pada tulang panjang/ pipa, dimana pada mulanya terdiri atas tulang rawan hialin yang dilapisi jaringan ikat perikondrium. Pusat osifikasi ada 2 bagian yaitu:
-              dibagian tengah batang tulang pipa ( diafisis )
Penulangan diawali dengan penyusupan pembuluh darah pada perikondrium bagian diafisis, yang menyebabkan sel perikondrium menjadi osteoblas dan tumbuh melingkar dan memanjang. Matriks tulang rawan akan mengeras karena terjadi penimbunan Ca dan P. Tetapi dibagian dalam tulang terjadi pengikisan oleh osteoklas ( sel tulang yang besar dan berinti banyak ) sehingga terbentuk rongga sumsum.  
-              Pada ujung tulang pipa ( epifisa )
Ujung tulang pipa dilapisi tulang rawan yang mengandung osteoblas dan disebut cakra epifisa. Pada orang tua telah mengalami osifikasi.
Perhatikan bagan proses penulangan sebagai berikut.
c. Macam-macam tulang
Berdasarkan jenis
Tulang rawan/ kartilago
Tulang keras/ sejati/ osteon
Tampak transparan, lentur, sel-selnya banyak mengandung matriks berupa kondrion. Tulang rawan pada anak berasal dari mesenkim, lebih banyak mengandung kondrosit. Pada orang dewasa berasal dari perikondrium yang banyak mengandung kondroblas/ sel pembentuk tulang rawan dan lebih banyak mengandung matriks
Tampak keruh, kaku, mudah patah. Osteosit dibentuk oleh osteoblas yang menghasilkan matriks yang berisi kolagen dan protein yang berperan dalam pertumbuhan tulang. Matriksnya mengandung Ca, P, Mg, F yang menyebabkan tulang menjadi keras.
                                      Berdasarkan bentuknya
Tulang pipa
Tulang pipih
Tulang pendek
Bentuk memanjang, terdapat rongga sumsum. Contoh: tl. paha, tl. betis, tl. kering, tl. hasta, tl. pengumpil dll
Struktur pipih, tak ada rongga sumsum. Contoh: tl. iga, tl.rusuk, tl. belikat, tl. tengkorak, tl. usus dll
Struktur pendek,terdapat rongga sumsum. Contoh: tl.pangkal lengan, tl. kaki, tl. dahi, ruas tl. belakang.
d. Susunan Rangka Manusia
            Selain memperkuat tubuh, kerangka juga memberi bentuk tubuh. Dengan adanya kerangka maka tubuh kita berbentuk sedemikian rupa sehingga enak dilihat.

Rangka manusia terdiri atas 2 bagian, yaitu:

-          Skeleton Aksial/ sumbu, artinya sekumpulan tulang yang terletak di daerah sumbu tubuh. Tulang-tulang aksial sangat berpengaruh pada bentuk tubuh kita. Skeleton aksial terdiri dari:
-  tulang tengkorak/ kranium
tulang ini tersusun atas tulang-tulang antara lain tulang ubun-ubun, tulang pelipis, tulang tapis, tulang baji, tulang rahang atas dan bawah, tulang lidah, tulang hidung dan tulang tengkorak belakang. Fungsinya untuk melindungi otak, mata, telinga dan membentuk wajah.
- Tulang Belakang/ Vertebra
  Berjumlah 26 ruas terdiri atas: 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 4 ruas tulang ekor ( menyatu ) dan 5 ruas tulang kelangkangan/ kemaluan/  os pubis.

- Tulang Rusuk
 Terdiri atas 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu dan 2 pasang rusuk melayang.
- Tulang Dada, terdiri dari tulang hulu, taju pedang dan tulang badan
- Skeleton Apendikular, meliputi tulang-tulang yang berkaitan dengan gerakan. Skeleton ini terdiri atas:
- Tulang-tulang Bahu, tersusun dari:
- tulang selangka/ clavicula, merupakan penghubung tulang belikat dengan tulang dada.
- tulang belikat, berhubungan dengan tulang lengan atas.
- tulang pinggul, terdiri dari 6 tulang yang telah menyatu, terdapat cekungan/ acetabulum, tempat bersambungan dengan alat gerak bawah/ extemitas inferior. Struktur pinggul manusia memungkinkan manusia berdiri pada dua kaki disebut Bipedal.
           - Tulang anggota gerak bawah/ extremitas inferior
Terdiri dari sepasang tulang paha/ femur, sepasang tulang tempurung lutut, sepasang tulang kering, sepasang tulang betis, 7 ruas tulang pergelangan kaki, 5 tulang telapak kaki dan 14 ruas tulang jari kaki
           -Tulang anggota gerak atas/ extremitas superior
                          Terdiri dari sepasang tulang lengan, sepasang tulang hasta, sepasang tulang pengumpil, 8 tulang pergelangan tangan, 5 tulang telapak tangan dan 14 ruas tulang jari tangan.
B. PERSENDIAN/ ARTIKULASI
            Tulang-tulang yang menyusun kerangka, membentuk hubungan, sehingga membentuk kesatuan yang utuh. Antara tulang – tulang tersbut memungkinkan munculnya aktivitas gerakan. Hubungan antar tulang ini disebut persendian/ artikulasi. Bentuk artikulasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, antara lain:
a. Sinartrosis
        Hubungan tulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Hal ini karena diantara kedua ujung tulang  tersebut terdapat jaringan. Selanjutnya persendian ini dikelompokkan lagi menjadi 2 yaitu:
-                  Sinkondrosis, yaitu bila kedua ujung tulang dihubungkan dengan kartilago. Contoh: antar tulang belakang, antara tulang rusuk dan tulang dada.
-                  Sinfibrosis, yaitu bila kedua ujung tulang terdapat serabut, disamping itu karena bentuk hubungannya bergerigi/ membentuk sutura. Contoh: antar tulang tengkorak, antar tulang pubis/ kemaluan.
b. Amfiartrosis
Hubungan antar tulang yang menimbulkan sedikit gerakan/ gerak terbatas. Misalnya hubungan antar tulang rusuk dengan ruas-ruas tulang belakang/ vertebra.
c. Diartrosis
Hubungan tulang, dimana memungkinkan adanya gerakan yang lebih leluasa. Misalnya hubungan antara tulang anggota gerak. Pada persendian ini, biasanya kedua ujung tulang membentuk pasangan yang tepat. Salah satu ujung berbentuk cekungan disebut mangkuk sendi, sedangkan ujung tulang yang lain membentuk tonjolan disebut bonggol sendi. Antara kedua ujung tulang terbentuk celah disebut rongga sendi. Didalam rongga sendi terdapat minyak sendi/ sinovial yang berfungsi sebagai pelumas, sehingga memungkinkan adanya gerak tanpa menimbulkan kerusakan sendi. Kedua tulang penyusun persendian ini diikat oleh selaput sendi/ membran sinovial sehingga membentuk ikatan yang kuat. Persendian ini memiliki banyak variasi struktur, sehingga selanjutnya dibedakan berdasarkan aktivitas gerakan yang dilakukan, antara lain:
-          Sendi luncur, bila gerakannya hanya menggeser sedikit saja. Misalnya antara vertebra, sehingga dapat menggeliat dan membungkuk.
-          Sendi putar, bila gerakan tulang yang satu mengelilingi tulang lainnya sebagai poros. Misalnya antara tulang tengkorak dengan tulang atlas, tulang lengan atas dengan tulang hasta dan pengumpil.
-          Sendi pelana, bila gerakannya kedua arah dalam satu bidang. Misalnya sendi pada ibu jari, tulang telapak tangan.
-          Sendi peluru, bila gerakannya lebih leluasa, karena adanya mangkuk sendi dan bonggol sendi. Misalnya antara tulang paha dan tulang pinggul, tulang lengan atas dan tulang belikat.
C. OTOT SEBAGAI ALAT GERAK
            Dengan sifat sel penyusunnya, maka otot dapat melakukan aktivitas gerak sendiri, bahkan mampu menggerakkan alat gerak yang lain. Maka otot disebut juga alat gerak aktif.  Otot rangka atau otot lurik sangat berkaitan erat dengan aktivitas gerak tubuh kita. Maka yang banyak dibicarakan adalah mekanisme gerakan pada otot lurik. Otot lurik terdiri atas serabut-serabut halus yang disebut miofibril/ serabut otot, berinti banyak,. Beberapa serabut otot bergabung membentuk kumpulan serabut otot dan dibungkus oleh lapisan/ fasia disebut fasia propria.
Kumpulan serabut otot bergabung lagi dengan kumpulan serabut yang lain menjadi satu berkas yang disebut daging/ otot dan dibungkus oleh fasia superfasialis. Umumnya gabungan otot berbentuk kumparan. Bagian tengah menggelembung disebut ventrikel/ empal, sedangkan bagian ujungnya menyempit disebut tendon/ urat. Tendon sangat keras dan liat menghubungkan otot dengan tulang. Ujung tendon yang satu melekat pada tulang yang bergerak disebut insertio, sedangkan ujung tendon yang lain melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo. Suatu otot hanya mampu menggerakkan  tulang ke satu arah. Bila otot lain menimbulkan gerak yang sama saling memperkuat disebut otot sinergis. Misalnya:
-          otot-otot dada, otot betis, otot paha
-          otot untuk menelungkupkan lengan bawah, yaitu otot pronator teres dan pronator kuadratus.
-          Otot-otot untuk menggerakkan kepala/ berputar.
Sedangkan otot-otot yang menimbulkan gerak berlawanan disebut otot antagonis. Misalnya otot bisep dapat membengkokkan lengan ke arah lengan atas ( fleksor ), sedang otot trisep mampu meluruskan kembali lengan ke bawah ( ekstensor ). Contoh-contoh gerak antagonis yang lain:
-          ekstensor/ meluruskan dan fleksor/ membengkokkan
-          depresor/ menurunkan dan elevator/ mengangkat
-          adduktor/ mendekat ke badan dan abduktor/ menjauhi badan
MEKANISME DAN ENERGI DALAM KONTRAKSI OTOT
            Dengan pengamatan mikroskopis, terlihat bahwa miofibril pada otot lurik tampak bergaris-garis. Garis-garis tersebut disebut sebagai zona Z ( gelap ), sedangkan bagian yang terang disebut zona H. Warna gelap disebabkan adanya kandungan miosin, sedangkan warna terang disebabkan adanya aktin. Posisi aktin dan miosin dalam miofibril berselang –seling sehingga terlihat warna gelap terang seperti motif lurik, sehingga otot rangka disebut juga otot lurik / serat lintang. Kontraksi dan relaksasi pada otot rangka terjadi karena adanya perubahan kimia protein kontraktil.
1. Mekanisme Kontraksi Otot Lurik
            Otot terdiri dari molekul-molekul protein aktin dan miosin yang tersusun tumpang tindih. Protein aktin lebih tebal dari miosin. Pada saat kontraksi, aktin akan meluncur disela-sela miosin pada zona gelap sehingga terjadi reaksi kimia  membentuk senyawa aktomiosin, sehingga luas unit miofibril akan memendek dan struktur sel otot kedudukannya akan memendek. Hal inilah yang mengakibatkan otot berkontraksi.
Proses kontraksi otot dapat digambarkan sebagai berikut:

2. Energi Untuk Kontraksi Otot
           
Energi untuk kegiatan kontraksi otot diperoleh dari peruraian ATP/ Adenosin Tripospat dan Kreatin Pospat yang berlangsung dalam keadaan anaerob. Enenrgi dipergunakan untuk membantu reaksi pembentukan aktomiosin saat kontraksi dan peruraian aktomiosin menjadi aktin dan miosin saat relaksasi. Proses penggunaan energi adalah sebagai berikut:

The energy for the muscular contraction

The energy for the muscular contraction is provided by the conversion of adenosine triphosphate (ATP) into adenosine diphosphate(ADP) and inorganic phosphate, releasing energy. A enzyme myosin ATPase catalyse the reaction in the presence of Ca2+ and Mg2+ ions.
The used up ATP has to be restored for additional contractions, So phosphocreatine now comes into picture. It donates its high energy-phospate bond to ADP, producing ATP. This reaction is catalysed by an enzyme creatine kinase
When creatine phospate is used up, new ATP is generated by aerobic respiration in the muscle cells. If the ATP is used up faster than the muscle fibres can produce aerobically, then the muscle fibres start anaerobic respiration to provide ATP. This produces lactic acid. This lactic acid is diffused in to the blood leaving a small part to accumulate in the muscle fibre. Major part of lactic acid is passed into the liver where it is oxidised to CO2 and H2O. The energy released from this oxidation is used for changing the remaining lactic acid to glycogen.

Sehingga secara singkat, energi yang digunakan untuk kontraksi otot rangka adalah sebagai berikut:
- ATP ( Adenosin Tripospat )   →  ADP ( Adenosin Dipospat )  + P + E                 
- ADP →  AMP ( Adenosin Monopospat ) + P + E
- CP ( Creatin Pospat ) →  Creatin + P + E
Bila ATP, ADP dalam otot telah habis, maka otot tak mampu lagi berkontraksi. Maka ADP dan ATP harus disusun lagi, dimana dalam penyusunannya memerlukan energi dan pospat. Energi untuk menyusun ATP berasal dari penguraian glikogen pada waktu relaksasi. Proses pembentukan ATP dapat digambarkan sebagai berikut:

KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM GERAK
            Karena sesuatu hal, maka kerja sistem gerak dapat mengalami gangguan. Beberapa bentuk kelainan dan gangguan pada sistem gerak manusia adalah sebagai berikut:
1. Gangguan pada tulang, antara lain:
    1. Fraktura sederhana, yaitu retak tulang tidak sampai melukai jaringan lain.
    2. Fraktura kompleks, yaitu patah tulang dan berakibat merusak jaringan di sekitarnya.
    1. Greenstick, yaitu retak tulang sebagian saja dan tidak sampai patah.
    2. Comminuted/ remuk, yaitu retak tulang dibeberapa bagian tetapi masih didalam daging.
    3. Skoliosis, yaitu tulang belakang melengkungkesamping kanan atau kiri.
    1. Kifosis, yaitu tulang belakang bagian atas sangat melengkung kearah depan sedang bagian belakang menonjol kearah belakang. Penderita tampak bongkok.
    1. Lordosis, yaitu tulang belakang bagian punggung menonjol kearah perut atau dada, sehingga bagian atas tubuh tertarik kebelakang.
    1. Rakhitis, yaitu penyakit tulang karena kekurangan vitamin D. Tulang lentur dan mudah melengkung, bahkan tulang akan pendek terutama ruas-ruas tulang belakang.
    1. Osteoporosis, yaitu tulang rapuh kurang keras karena kekurangan hormon kelamin pria dan wanita.

    1. Mikrocephalus, yaitu gangguan pertumbuhan tulang tengkorak karena kekurangan zat kapur pada masa bayi, sehingga kepala kecil kurang proporsional.
2. Gangguan pada persendian,antara lain:



a. Dislokasi, yaitu sobek atau tertariknya ligamen, sehingga terjadi pergeseran sendi.
b. Terkilir/ keseleo, yaitu tertariknya ligamen karena gerakan tiba-tiba atau tidak biasa dilakukan.
c. Ankilosis, yaitu sendi tidak dapat digerakkan karena seolah-olah tulang dan sendi menyatu.
d. Artritis/ infeksi sendi, yaitu gangguan yang ditandai dengan peradangan sendi dan terasa sakit. Macam artritis antara lain:
- Reumatoid/ reumatik, yaitu penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi. Disebabkan sendi yang semula terdapat tulang rawan, terjadi penyusutan dan diganti tulang keras, sehingga sendi terasa sakit.  
- Osteoartritis, yaitu gangguan yang sama dengan reumatoid, tetapi penyusutan tulang rawan karena usia lanjut.
3. Gangguan pada otot, antara lain:
a.       Atrofi , yaitu bila otot tidak pernah digerakkan karena sesuatu hal, maka lambat laun akan mengecil.
b.      Hipertrofi, yaitu bila otot banyak dipakai maka akan membesar.
c.       Tetanus, yaitu bila bakteri tetanus mengeluarkan toksin,maka otot akan kejang.
d.      Kaku leher/ stiff, yaitu leher terasa kaku dan sakit bila digerakkan karena otot trapesius leher mengalami peradangan sebgai akibat gerakan atau hentakan yang salah gerak.
e.       Hernia abdominalis, yaitu sobeknya otot dinding perut yang lemah, mengakibatkan usus melorot masuk kerongga perut.
f.       Distrofi otot, yaitu penyakit bawaan dimana gen pembentuk selubung otot tidak dimiliki, sehingga otot tidak kuat menggerakkan organ tubuh karena otot terurai dari pembungkusnya. 

Panduan Belajar Mekanisme Gerak Kelas XI SMA

Posted by : Unknown 0 Comments
Banyak pemain sepakbola legendaris FC Barcelona (FC Barca) seperti Kubala, Suarez, Cruyff, Maradona, Ronaldhino dan Lionel Messi. selama abad 20, Barca menjadi symbol Barcelona, sebuah symbol yang mempresentasikan identitas Catalan sebagai bangsa. begitulah, mengapa Barca dikatakan lebih dari sebuat klub.

Pengusaha berkembangsaan Swiss datang ke Spanyol untuk urusan bisnis dengan sejumlah orang setempat dan Inggris. Dia adalah Joan Gamper yang kemudian menjadi pendiri Barcelona. Mereka ternyata sama-sama menyukai sepakbola. Akhirnya di kantor Sole Gym pada 29 November 1899 Gampel bertemu Gualteri Wild, Lluis d'Osso, Bartomeu Terrados, Otto Kunzle, Otto Maler, Enric Ducal, Pere Cabot, Carles Pujol, Josep Llobet, Jons Parsons, dan Willian Parsons. Duabelas orang tersebut berkumpul dengan maksud mendirikan klub sepakbola dan berdirilah Football Club Barcelona yang juga disebut Barca.

Gamper pun jadi satu pemain Barcelona sampai 1903. Walter Wild dari Inggris, diangkat sebagai presiden pertama klub hingga 1901. Pertandingan pertama Barca digelar di Bananova Cycle Track melawan grup ekspatrian asal Inggris yang tinggal di Barcelona. pertandingan berakhir dengan kemenangan espatriat Inggris 1-0.

Seragam tim Barca waktu itu berwarna biru dan merah anggur. Gamper memilih warna biru dan merah anggur sesuai dengan warna satu wilayah di Swiss tempat asalnya.

Sebagai sebuah klub tentu perlu markas, Pada 14 Maret 1909 klub meresmikan markas pertamanya di Industria dengan kapasitas 6.00 orang. Waktu itu Barcelona memperoleh gelar pertamanya, juara Catalan Championships periode 1909/1910.

Musin kompetisi periode 1910/1911, 1912/1915, 1915/1916, 1918/1919, 1919/1920, 1920/1921 dan 1921/1922 juara ada ditangan Barcelona. klub ini juga menjuarai kompetisi Spanish Championship musim 1909/1910, 1911/1912, 1912/1913, 1919/1920 dan 1921/1922. Barca juga memenangi dengan cemerlang edisi perdana Spanish National League, musim kompetisi 1928/1929.

Di tahun saat menjuarai Catalan dan Spanish Championship markas Barca Les Corts yang juga dikenal dengan The Cathedral of Football diresmikan 20 Mei 1922. Stadion ini kapasitas awalnya 30.000 orang, tapi belakangan lipat dua menjadi 60.000.

Pada 1924 klub memiliki 12.207 anggota fans dan ini jumlah pendukung yang besar sekaligus jadi fondasi penggemar masifnya sekarang. Toh begitu, jumlah fansnya pernah mengalami masa surut. Lantaran perang Sipil 1936 dan repsesi rezim fasis. di tahun 1936 jumlah pendukung anjlok menjadi 3.468.

Dekade 1930-an memang menjadi masa suram dan getir Barca. Pemilik klub Joan Gamper meninggal 30 Juli        1930. Permukaan dekade yang fatal dan klub masuk ke dalam periode kemunduran. Terjadi krisis intitutional, banyak anggota meninggalkan klub, hasil pertandingan yang buruk dan tekanan politis pendukungnya Franco.

Perang sipil pada 1936 menimbulkan petaka pada Barcelona FC. Josep Sunol, presiden Barcelona, dibunuh tentaranya Franco didekat Guadalajara. Maret 1938 kaum fasis menjatuhkan bom FC Barcelona Social Club dan menyebabkan kerusakan serius.

Pada 1939 pasukannya Franco menciptakan banyak masalah terhadap klub, karena ini sudah menjadi symbol orang Catalan. Namun, tidak selamatnya derita merundung Barca. Dekade 1940-an Barca secara bertahap recovery kendati terus dirundung kesulitan internal. Dari pihal eksternal rezim Franco masih merongrong . Misalnya pada Juni 1943 Franco melalui wasit dan polisi mengancam Barca ketika melawan Real Madrid. Pertandingan berakhir dengan kekalahan Barca 11-1. Hanya saja didekade ini bukan Barca namanya kalau sama sekali tidak menorehkan prestasi.

Barca meraih juara liga nasional musim kompetisi 1944/1945, 1947/1948, dan 1948/1949 serta Latin Cup 1949.Yang terakhir ini merupakan prestasi internasional pertama Barca, Kompetisi itu didahului European Champions Club Title. Klala itu Barca diperkuat Cesar, Basora, Velasco, Curta, Gonzalvo bersaudara, Seguer dan Biosca o Ramallets. Juni 1950 Ludisleo Kubala bergabung di Barcelona dan membuat Barcelona FC menjadi tim tak terkalahkan.

Sejarah Berdirinya Barcelona

Posted by : Unknown 0 Comments
Simbol NAZISekitar tahun 1918, sebuah partai bernama Freier Ausschuss für Einen Deutschen Arbeiterfrieden (Komite Bebas untuk Kedamaian Buruh Jerman) didirikan di Bremen, Jerman. Anton Drexler, seorang tukang kunci dan penyair, mendirikan sebuah cabang dari perkumpulan ini pada 7 Maret 1918, di Munich. Pada tahun 1919, Drexler, dengan Gottfried Feder, Dietrich Eckart dan Karl Harrer, mengubah nama partai tersebut menjadi Deutsche Arbeiterparte (Partai Pekerja Jerman) atau biasa disingkat DAP.Dan pada tahun 1919, Hitler bergabung dengan partai ini.
Notes :
Di kartu anggotanya (Hitler) tertera nomor 555 sebagai nomor anggota meskipun pada kenyataannnya dia anggota nomor 55; partai itu memberi nomor mulai dari 500 agar anggotanya terlihat banyak.
Hitler tak berbeda dengan ribuan mantan prajurit lainnya di München, dia luntang-lantung menjadi pengangguran atau istilah halusnya tak memiliki pekerjaan yang tetap. Namun dia sangat menyadari bakat alaminya dalam berorasi dan mampu menarik orang untuk bergabung dengan partainya, sehingga ia memiliki peran dominan di sana. Dia salurkan kebencian, kemarahan atas berakhirnya perang dengan pidato yang berapi-api. Hitler selalu berbicara tentang apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan perjanjian damai Versailes yang ditandatangani pada akhir Perang Dunia I. Berdasarkan perjanjian itu, Jerman kehilangan banyak wilayah negaranya. dan dipaksa membayar ganti rugi pada negara-negara pemenang. Pada awal 1920, inflasi merajalela tak terkendali, keuangan benar-benar hancur sehingga rakyat Jerman berpikir bahwa demokrasi tak menghasilkan apapun.
Di Bayern, pada tahun 1921 Hitler dinobatkan menjadi pimpinan partai pekerja Jerman yang kecil itu. Namanya di ubah menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (“Partai Pekerja Nasionalis Sosialis Jerman”), disingkat Nazi atau NSDAP. Saat itu hanyalah salah satu dari banyak partai sayap kanan di Munich dan mereka semua mengatakan yang sama: Versailes adalah kejahatan dan kelompok Yahudi ada di belakangnya.
Dinamisme Hitler yang dibarengi dengan nada tanpa kompromi dalam pidato-pidatonya mulai menarik warga Bayern terkemuka lainnya untuk berpaling pada partai baru Nazi. Pada tahun 1922, seorang penerbang ulung pemegang penghargaan “Pour le Merite” sekaligus komandan skuadron Richthodenber dalam Perang Dunia I, Hermann Göring, bergabung dengan Nazi. Nazi pun menyebarkan pengaruhnya ke wilayah pedesaan Bayern. Di sana, seorang mahasiswa pertanian yang awalnya ingin menjadi peternak ayam, Heinrich Himmler, bergabung dengan Nazi (di kemudian hari, ia ditunjuk sebagai komandan tertinggi SS).
Pada dasarnya, awal berdirinya Nazi muncul sebagai akibat dari Perang Dunia I. Pada 11 November 1918 secara mengejutkan bagi pasukan garis depan Jerman, perang tiba-tiba berakhir. Pasukan garis depan tidak merasa dikalahkan dan mereka heran mengapa gencatan senjata terjadi begitu cepat sehingga mereka harus segera meninggalkan posisinya padahal mereka masih berada di wilayah musuh. Mitos yang berkembang di antara para prajurit Jerman yang menyerah ini adalah bahwa mereka telah “ditikam dari belakang.” Bahwa pasukan garis depan dan 2 juta rakyat Jerman tewas selama perang telah dikhianati oleh kelompok Marxis dan Yahudi yang telah memunculkan perbedaan pendapat di negara mereka. Ketika pasukan selamat itu kembali ke Jerman baru yang demokratis, mereka membawa serta kekecewaan mereka. Seusai perang, negara-negara sekutu melanjutkan blokade terhadap Jerman. Pasukan yang kembali dan berbaris melewati München, ibukota Bayern, terkejut melihat keluarga mereka yang masih menderita. Jutaan rakyat Jerman kelaparan dan ribuan lainnya sekarat akibat penyakit TBC dan influenza.
Kemudian dimulai dari sebuah partai politik Jerman yang bernama NSDAP (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei) yang berdiri pada tahun 1920 di kota München. Sebelumnya partai ini bernama Deutsche Arbeiterpartei (Partai Buruh Jerman). Dan perubahan nama partai ini merupakan desakan dari Adolf Hitler dengan tujuan untuk memasukkan elemen nasional sosialisme.
NSDAP adalah kekuatan politik utama dalam Nazi Jerman sejak kejatuhan Republik Weimar pada tahun 1933 hingga akhir Perang Dunia II pada tahun 1945, ketika dideklarasikan ilegal dan para pemimpinnya ditangkap dan dikenai tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan melalui Pengadilan Nurenberg. Para penganut dan pelaksana Partai Nazi telah mengangkat sebuah ideologi politik baru, biasa dikenal sebagai “Naziisme”.
Dari ideologi politik baru inilah kemudian muncul suatu paham yang disebut paham anti-Semit. Adapun makna dari Antisemitisme sendiri adalah suatu sikap permusuhan atau prasangka terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk penganiayaan/penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, mulai dari kebencian terhadap individu hingga lembaga.
Di Jerman, politik terbagi menjadi 2 kutub, Konservatif dan Sosialis. Masing-masing kelompok menjadi radikal di masa krisis. Situasi semakin bertambah buruk dengan munculnya gerakan Republik Soviet München, sebuah upaya untuk menciptakan pemerintahan bergaya Soviet yang dikobarkan oleh kelompok sayap kiri Raterepublik di Munich. Tentara pemerintah diturunkan untuk menumpas pemberontakan tersebut dan pecahlah pertempuran terbuka di jalan-jalan Munich. Lebih dari 500 orang terbunuh. Tentara didukung oleh Freikorps, prajurit bayaran sayap kanan yang dibiayai oleh pemerintah. Freikorps benar-benar menjalankan tugasnya, mereka membantai orang-orang yang mereka anggap sebagai anggota Raterepublik dan berhasil menumpas pemberontakan itu.
Pransangka anti-Semit di kelompok kanan semakin diperkuat oleh kenyataan bahwa pimpinan Raterepublik sebagian besar adalah orang Yahudi, sehingga muncul kesan bahwa Bolshevisme (komunis) dan Yudaisme pada dasarnya adalah sama. Wajar ketika sikap anti Yahudi kemudian berkembang luas.

Sejarah Berdirinya NAZI

Posted by : Unknown 0 Comments
Dunia internet sudah memasuki sendi-sendi kehidupan, hampir setiap saat internet menjadi aktifitas yang tidak pernah berhenti, penyediaan koneksi internet pun sudah mencakup konektifitas tingkat tinggi namun koneksi Internet yang digunakan sering mendapat masalah mengenai lambatnya kecepatan mengakses.
Artikel Terkait kini mencoba membahas Beberapa Penyebab Koneksi Internet Menjadi lambat, meski demikian tentang Cara Mempercepat Koneksi Internet Pun dapat anda baca di website ini.
Beberapa penyebab Koneksi Internet Menjadi Lambat

Penyebab Koneksi Internet Menjadi Lambat

1. Kemampuan dan Kondisi Modem dalam menerima sinyal
Kemampuan penerimaan koneksi modem dalam menerima sinyal adalah point pertama yang perlu diketahui dala unsur-unsur yang membuat koneksi menjadi lambat, kekuatan modem menerima biasanya terdapat pada kotak kemasan modem sebelum dibeli (contoh tulisan 7,2Mbps), selain itu suhu pada modem (kondisi modem) juga sangat berpengaruh pada kualitas kecepatan jaringan internet kita, karena semakin panas modem tersebut maka semakin menurun pula kemampuan akses internetnya.
2. Waktu Mengakses dan banyaknya user
Waktu akses juga mempengaruhi koneksi menjadi lambat, contohnya pada saat jam-jam istirahat kantor dimana semakin banyak pengguna dan dalam waktu bersamaan maka penggunaan bandwith per user akan terbagi dan membuat koneksi menjadi lambat, jika terjadi kelebihan beban pengguna maka koneksi yang digunakan tiap user pun akan terbagi dan menjadi lambat.
3. Virus di dalam komputer/gadget
Virus dan mallware yang berada pada gadget/laptop pengguna internet biasanya akan memperlambat koneksi internet, karena terkadang ada jenis virus yang menggunakan koneksi internet untuk mengupdate diri dan menggandakan diri. Virus terkadang menguras kapasitas memori komputer sehingga menyebabkan aplikasi-aplikasi yang lain menjadi lambat ini juga akan mempengaruhi kinerja internet anda.
4. Berjalan otomatisnya autoupdate
Beberapa program mempunyai fasilitas autoupdate, seperti contoh antivirus dan windows (OS), fasilitas autoupdatenya akan menghabiskan kuota dan menyedot bandwith pengguna dan membuat koneksi yang bersamaan lainnya menjadi lambat karena prioritas penggunaan bandwith telah terpakai oleh mode autoupdate downloadnya.
5. Kuota yang hampir habis
Pada beberapa jenis ISP (Internet Service Provider) kuota memberikan limit sehingga pada batasan kuota tertentu, jika batas kuota minimal sudah sampai maka koneksi internet yang sebelumnya 7,28 Mbps akan turun setengahnya ataupun turun menjadi 10% dari kecepatan awal, ini biasanya mengindikasikan bahwa kuota akan segera habis, ataupun batas waktu kuota telah mencapai batasan tertentu.
6. Aplikasi browser dan kelengkapan browser yang tidak up to date
kebiasaan tidak mengupdate aplikasi yang dipergunakan untuk mengakses internet juga berpengaruh dalam kecepatan surfing (akses page/halaman/website) anda, sehingga perlu penanganan berkala pada aplikasi dan perlengkapan untuk mengaksesnya
7. Website yang memiliki waktu loading yang lama (website yang berat dibuka)
Memperhatikan jenis/macam website dibuka terkadang Javascript dalam sebuah website akan membuat loading time bertambah dan membuat koneksi menjadi berat dan lambat.

Penyebab Internet Lambat

Posted by : Unknown 0 Comments
Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dari batang Quercus suber menggunakan mikroskop. Ia menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding tebal dalam pengamatannya. Robert Hooke menyebut ruang-ruang kosong tersebut dengan istilah cellulae artinya sel. Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan sel-sel gabus yang telah mati. Perhatikan Gambar. Sejak penemuan itu, beberapa ilmuwan berlomba untuk mengetahui lebih banyak tentang sel.
Sel gabus (atas) dan karya Robert
Sel gabus (atas) dan karya Robert
Ilmuwan Belanda bernama Antonie van Leeuwenhoek (1632–1723) merancang sebuah mikroskop kecil berlensa tunggal. Mikroskop itu digunakan untuk mengamati air rendaman jerami. Ia menemukan organisme yang bergerak-gerak di dalam air, yang kemudian disebut bakteri. Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan sel hidup.
Mikroskop Leeuwenhoek
Mikroskop Leeuwenhoek
Perkembangan penemuan tentang sel mendorong berkembangnya persepsi tentang sel. Dari sinilah kemudian lahir teori-teori tentang sel. Beberapa teori tentang sel sebagai berikut.
a. Sel Merupakan Kesatuan atau Unit Struktural Makhluk Hidup
Teori ini dikemukakan oleh Jacob Schleiden (1804–1881) dan Theodor Schwan (1810–1882). Tahun 1839 Schleiden, ahli botani berkebangsaan Jerman, mengadakan pengamatan mikroskopis terhadap sel tumbuhan. Pada waktu yang bersamaan Theodor Schwan melakukan pengamatan terhadap sel hewan. Dari hasil pengamatannya mereka menarik kesimpulan sebagai berikut.

1) Tiap makhluk hidup terdiri dari sel.
2) Sel merupakan unit struktural terkecil pada makhluk hidup.
3) Organisme bersel tunggal terdiri dari sebuah sel, organisme lain yang tersusun lebih dari satu sel disebut organisme bersel banyak.
b. Sel Sebagai Unit Fungsional Makhluk Hidup
Max Schultze (1825–1874) menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Protoplasma bukan hanya bagian struktural sel, tetapi juga merupakan bagian penting sel sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi kimia kehidupan. Berdasarkan hal ini muncullah teori sel yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan.

c. Sel Sebagai Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup
Rudolph Virchow (1821–1902) berpendapat bahwa omnis cellula ex cellulae (semua sel berasal dari sel sebelumnya).

d. Sel Sebagai Unit Hereditas Makhluk Hidup
Ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong penemuan unit-unit penurunan sifat yang terdapat dalam nukleus, yaitu kromosom. Dalam kromosom terdapat gen yang merupakan unit pembawa sifat. Melalui penemuan ini muncullah teori bahwa sel merupakan unit hereditas makhluk hidup. Penemuan-penemuan yang mendukung perkembangan teori sel sebagai berikut.

1) Robert Brown (1812), Biolog Skotlandia, menemukan benda kecil terapung dalam cairan sel yang ia sebut nukleus.

2) Felix Durjadin (1835), beranggapan bahwa bagian terpenting sel adalah cairan sel yang sekarang disebut protoplasma.
3) Johanes Purkinye (1787–1869), orang pertama yang mengajukan istilah protoplasma untuk menamai bahan embrional sel telur.

Sejarah Penemuan Sel

Posted by : Unknown 0 Comments
Sel darah putih, leukosit (Bahasa Inggris: white blood cell) merupakan sel yang membentuk komponen darah dan mengandung inti. Jumlah leukosit normal rata-rata 5000 sampai 9000 sel/mm3, bila dalam kondisi ini leukosit berlebih disebut leukositosis sebaliknya bila kekurangan disebut leukopenia. Jumlah leukosit per mikroliter darah, pada orang dewasa normal adalah 4000 sampai 11.000, waktu lahir 15.000 sampai 25.000, dan menjelang hari ke empat turun sampai 12.000 pada usia empat tahun sesuai jumlah normal. Variasi jumlah leukosit tergantung pada usia. Waktu lahir, empat tahun, dan usia 14 sampai 15 tahun presentase khas dewasa tercapai. Struktur bentuk sel darah putih mempunyai granula spesifik (granulosit)1, yang dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah cair, dalam sitoplasmanya2 homogen3 dengan inti bulat atau bentuk ginjal. Terdapat dua jenis leukosit agranuler: limfosit4 sel kecil, sitoplasma sedikit; monosit5 sel agak besar mengandung sitoplasma lebih banyak. Sedangkan jenis granuler: neutrofil6, basofil7, asidofil (eosinofil)8 yang ketiganya dapat dibedakan dengan afinitas granula terhadap zat warna netral basa dan asam. Granula dianggap spesifik bila secara tetap terdapat dalam jenis leukosit tertentu dan pada sebagian besar precursor (pra zatnya). Tugas leukosit sebagai pertahanan seluler dan humoral9 organisme terhadap zat-zat asing (virus/bakteri). Dalam hal tersebut leukosit melakukan gerakan amuboid10 dan melalui proses diapedesis11, leukosit meninggalkan kapiler dengan menerobos sel-sel endotel12 dan menembus jaringan penyambung (Effendi, 2003). Sebagai contoh kasus di atas, goresan luka yang menjadi pintu masuk kuman, kemudian sel darah putih berkumpul melawan kuman hingga tuntas, bagian yang luka sering tampak bengkak dan bernanah, hal tersebut terjadi karena merupakan efek peperangan kuman melawan sel darah putih). Fungsi sel darah putih secara khusus yaitu Granulosit dan Monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap mikroorganisme, dengan kemampuannya sebagai fagosit (fago- memakan), mereka memakan bakteria hidup yang masuk ke sistem peredaran darah. Melalui mikroskop ada kalanya dapat dijumpai sebanyak 10 sampai 20 mikroorganisme tertelan oleh sebutir granulosit. Pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit. Dengan kekuatan gerakan amuboid-nya ia dapat bergerak bebas di dalam dan dapat keluar pembuluh darah dan berjalan mengitari seluruh bagian tubuh. dengan cara ini ia dapat: 1) mengepung daerah yang terkena infeksi atau cidera, 2) menangkap organisme hidup dan menghancurkannya, 3) menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya, dengan cara yang sama, dan 4) sebagai granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. Dengan cara ini jaringan yang sakit atau terluka dapat dibuang dan penyembuhannya dimungkinkan. Sebagai hasil kerja fagostik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatannya tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi "jenazah" dari kawan dan lawan - fagosit yang terbunuh dalam kinerjanya disebut sel nanah, demikian juga terdapat banyak kuman yang mati dalam nanah itu dan ditambah lagi dengan sejumlah besar jaringan yang sudah mencair, dan sel nanah tersebut akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit. (Wikipedia, 2013). Pada beberapa kasus mengenai sel darah putih bisa terjadi dua kemungkinan, adanya peningkatan atau kelebihan maupun kekurangan sel darah putih. Hal tersebut tentu dipengaruhi oleh beberapa sebab. Pengecekan jumlah sel darah putih sebenarnya adalah sama pentingnya dengan cek medis lainnya, dengan tes laboratorium Complete Blood Count atau CBC sebagai pengukuran jumlah sel darah putih, trombosit, maupun sel darah merah. Beberapa hal yang perlu dimengerti mengenai peningkatan atau kelebihan sel darah putih dapat diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya penggunaan obat-obatan seperi obat asma, antibiotik, dan steroid; stres ekstrim akibat pelepasan hormon epinefrin; leukemia limfositik akut; dan myelogenous akut; alergi; campak; infeksi bakteri atau virus; rheumatoid artritis13, TBC; batuk rejan; kerusakan jaringan; dan merokok. Pada kasus leukemia, sumsum tulang belakang menghasilkan sel darah putih berlebihan sehingga merusak sel darah merah yang menyebabkan rentan terhadap infeksi. Gejala yang timbul pada leukemia bisa ditandai dengan demam atau juga bisa flu, mudah lelah, kehilangan berat badan secara drastis, mudah berdarah, tersengal-sengal, sakit pada tulang, berkeringat banyak saat malam hari namun gejala tersebut juga belum pasti dan dapat dipastikan lewat cek laboratorium. Beberapa faktor yang menjadi penyebab leukemia misalnya sering kemoterapi, bekerja dengan bahan kimia, dan faktor genetik. Dalam pengobatan leukemia tergantung pada usia penderita, kondisi tubuh, dan tipe. Beberapa pengobatan yang dapat ditempuh seperti: 1) Kemoterapi: menggunakan cairan kimia tertentu untuk membunuh sel leukemia; obat pil atau suntikan. 2) Terapi biologis: terapi imuno, penggunaan berbagai substansi untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien. 3) Terapi kinase inhibitor: penggunaan obat dengan zat imatinib mesilat untuk leukemia myelogen kronis. 4) Terapi obat lain: arsenik trioksida dan semua jenis asam trans retinoik sebagai obat antikanker sehingga sel leukemia menua dan mati. 5) Terapi radiasi: terapi sinar pada bagian tubuh yang terserang untuk menghancurkan sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya. 6) Transplantasi sumsum tulang belakang dengan mengganti tulang belakang yang sudah terkontaminasi leukemia dengan sumsum tulang belakang yang bersih dan sehat. 7) Terapi sel punca: serupa dengan transplantasi tapi menggunakan sel induk dalam aliran darah (sel punca dapat diambil dari dalam tubuh pasien donor yang cocok). Namun sebaliknya, kekurangan sel darah putih (leukopenia) yang disebabkan gangguan sumsum tulang sehingga jumlah sel darah putih akan terganggu juga. Leukopenia juga dapat disebabkan karena infeksi; penyakit autoimun seperti HIV/AIDS, lupus; kemoterapi (karena beberapa obat kemoterapi bisa merusak sumsum tulang sehingga produksi sel darah putih menurun selama beberapa hari namun kemudian kembali ke jumlah normal lagi); kanker darah; pasien leukopenia juga bisa menderita hebat karena flu yang disebabkan kekurangan pasukan tempur dalam tubuh; hipertiroid; kekurangan vitamin; anemia aplastik14. Sebagai tindakan penanganan misal leukopenia yaitu dengan mengatasi penyebabnya, jika leukopenia disebabkan infeksi maka penanganan yang tepat adalah dengan mengobati infeksi pencetus leukopenia, jika leukopenia disebabkan kanker maka yang harus disembuhkan pertama adalah kanker pencetusnya. ________________________________________________________________________________ 1. Granulosit (bahasa Inggris: granulocytes, polymorphonuclear, PMN) adalah sebuah sub-kelompok sel darah putih yang mempunyai granula dalam sitoplasmanya. Tiga jenis granulosit dengan inti sel yang berlainan dikeluarkan oleh sumsum tulang sebagai protein komplemen wewenang (bahasa Inggris: regulatory complement system). (Wikipedia, 2013). 2. Sitoplasma bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang didalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel. Di dalam sitoplasma terdapat oraganel-organel sel berikut ini: Mitokondria, berfungsi dalam proses oksidasi dan mualisasi; Plastida, di dalamnya terkandung klorofil, berfungsi dalam fotosintesis; Vakuola, berfungsi menyimpan zat makanan; Ribosom, sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein; Retikulum endoplasma (Retikulum Endoplasma Kasar, sebagai tempat melekatnya ribosom dan Retikulum Endoplasma Halus); Badan Golgi, berfungsi secara aktif dalam sekresi dan sintesis polisakarida; Lisosom, berperan dalam proses matinya sel-sel. (Wikipedia, 2013). 3. Homogen terdiri atas jenis, macam, sifat, watak, dsb yg sama. (KBBI, Nd) 4. Limfosit (en:lymphocyte) adalah sejenis sel darah putih pada sistem kekebalan makhluk bertulang belakang. Ada dua kategori besar limfosit, limfosit berbutiran besar (large granular lymphocytes) dan limfosit kecil. Limfosit memiliki peranan penting dan terpadu dalam sistem pertahanan tubuh. Limfosit dibuat di sumsum tulang hati (pada fetus/janin) dengan bentuk awal yang sama tetapi kemudian berdiferensiasi. Limfosit dapat menghasilkan antibodi pada anak-anak dan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. (Wikipedia, 2013). 5. Monosit (bahasa Inggris: monocyte, mononuclear) adalah kelompok darah putih yang menjadi bagian dari sistem kekebalan. Pada saat terjadi peradangan, monosit bermigrasi menuju lokasi infeksi, mengganti sel makrofaga dan DC yang rusak atau bermigrasi, dengan membelah diri atau berubah menjadi salah satu sel tersebut. Monosit diproduksi di dalam sumsum tulang dari sel punca haematopoetik yang disebut monoblas. Setengah jumlah produksi tersimpan di dalam limpa pada bagian pulpa. Monosit tersirkulasi dalam peredaran darah dengan rasio plasma 3-5% selama satu hingga tiga hari, kemudian bermigrasi ke seluruh jaringan tubuh. Sesampai di jaringan, monosit akan menjadi matang dan terdiferensiasi menjadi beberapa jenis makrofaga, sel dendritik dan osteoklas. Umumnya terdapat dua pengelompokan makrofaga berdasarkan aktivasi monosit, yaitu makrofaga hasil aktivasi hormon M-CSF dan hormon GM-CSF. Makrofaga M-CSF mempunyai sitoplasma yang lebih besar, kapasitas fagositosis yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap infeksi virus stomatitis vesikular. Kebalikannya, makrofaga GM-CSF lebih bersifat sitotoksik terhadap sel yang tahan terhadap sitokina jenis TNF, mempunyai ekspresi MHC kelas II lebih banyak, dan sekresi PGE yang lebih banyak dan teratur. Setelah itu, turunan jenis makrofaga akan ditentukan lebih lanjut oleh stimulan lain seperti jenis hormon dari kelas interferon dan kelas TNF. Stimulasi hormon sitokina jenis GM-CSF dan IL-4 akan mengaktivasi monosit dan makrofaga untuk menjadi sel dendritik. (Wikipedia, 2013). 6. Neutrofil berkembang dalam sum-sum tulang dikeluarkan dalam sirkulasi, sel-sel ini merupakan 60 sampai 70 % dari leukosit yang beredar. Garis tengah sekitar 12 um, satu inti dan 2-5 lobus. Sitoplasma yang banyak diisi oleh granula-granula spesifik (0;3-0,8um) mendekati batas resolusi optik, berwarna salmon pinkoleh campuran jenis romanovky. Granul pada neutrofil ada dua : Azurofilik yang mengandung enzym lisozom dan peroksidase; Granul spesifik lebih kecil mengandung fosfatase alkali dan zat-zat bakterisidal (protein Kationik) yang dinamakan fagositin. Neutrofil jarang mengandung retikulum endoplasma granuler, sedikit mitokondria, apparatus Golgi rudimenter dan sedikit granula glikogen. Neutrofil merupakan garis depan pertahanan seluler terhadap invasi jasad renik, menfagosit partikel kecil dengan aktif. Adanya asam amino Dioksidase dalam granula azurofilik penting dalam penceran dinding sel bakteri yang mengandung asam amino D. Selama proses fagositosis dibentuk peroksidase. Mielo peroksidase yang terdapat dalam neutrofil berikatan dengan peroksida dan halida bekerja pada molekultirosin dinding sel bakteri dan menghancurkannya. Di bawah pengaruh zat toksik tertentu seperti streptolisin toksin streptokokus membran granula-granula neutrofil pecah, mengakibatkan proses pembengkakan diikuti oleh aglutulasiorganel-organel dan destruksi neutrofil. Neotrofil mempunyai metabolisme yang sangat aktif dan mampu melakukan glikolisis baik secara aerob maupun anaerob. Kemampuan nautropil untuk hidup dalam lingkungan anaerob sangat menguntungkan, karena mereka dapat membunuh bakteri dan membantu membersihkan debris pada jaringan nekrotik. Fagositosis oleh neutrfil merangsang aktivitas heksosa monofosfat shunt, meningkatkan glicogenolisis. 7. Basofil adalah granulosit dengan populasi paling minim, yaitu sekitar 0,01 - 0,3% dari sirkulasi sel darah putih. Basofil mengandung banyak granula sitoplasmik dengan dua lobus. Seperti granulosit lain, basofil dapat tertarik keluar menuju jaringan tubuh dalam kondisi tertentu. Saat teraktivasi, basofil mengeluarkan antara lain histamin, heparin, kondroitin, elastase dan lisofosfolipase, leukotriena dan beberapa macam sitokina. Basofil memainkan peran dalam reaksi alergi (seperti asma). (Wikipedia, 2013). 8. Eosinofil (bahasa Inggris: eosinophil, acidophil) adalah sel darah putih dari kategori granulosit yang berperan dalam sistem kekebalan dengan melawan parasit multiselular dan beberap infeksi pada makhluk vertebrata. Bersama-sama dengan sel biang, eosinofil juga ikut mengendalikan mekanisme alergi. Eosinofil terbentuk pada proses haematopoiesis yang terjadi pada sumsum tulang sebelum bermigrasi ke dalam sirkulasi darah. Eosinofil mengandung sejumlah zat kimiawi antara lain histamin, eosinofil peroksidase, ribonuklease, deoksiribonuklease, lipase, [plasminogen] dan beberapa asam amino yang dirilis melalui proses degranulasi setelah eosinofil teraktivasi. Zat-zat ini bersifat toksin terhadap parasit dan jaringan tubuh. Eosinofil merupakan sel substrat peradangan dalam reaksi alergi. Aktivasi dan pelepasan racun oleh eosinofil diatur dengan ketat untuk mencegah penghancuran jaringan yang tidak diperlukan. Individu normal mempunyai rasio eosinofil sekitar 1 hingga 6% terhadap sel darah putih dengan ukuran sekitar 12 - 17 mikrometer. Eosinofil dapat ditemukan pada medulla oblongata dan sambungan antara korteks otak besar dan timus, dan di dalam saluran pencernaan, ovarium, uterus, limpa dan lymph nodes. Tetapi tidak dijumpai di paru, kulit, esofagus dan organ dalam lainnya, pada kondisi normal, keberadaan eosinofil pada area ini sering merupakan pertanda adanya suatu penyakit. Eosinofil dapat bertahan dalam sirkulasi darah selama 8-12 jam, dan bertahan lebih lama sekitar 8-12 hari di dalam jaringan apabila tidak terdapat stimulasi. 9. Humoral atau Imunitas humoral adalah kekebalan yang dihasilkan dari aktivitas unsur-unsur dalamdarah dan jaringan limfoid, seperti antibodi, bukan sel. (Kamuskesehatan.com, Nd). 10. Amuboid merupakan suatu bentuk gerak yang merupakan ciri khas amoeba dan protozoa lain. Sel-sel ameboid mengubah bentuknya dengan menonjolkan dan menarik pseudopodia (kaki semu) dari titik mana saja pada permukaan sel. Sel-sel seperti itu diselubungi oleh suatu membrane lembut dan sangat fleksibel, disebut plasmalema. Dibawah plasmalema terbentuk lapisan tak-berbutir (non granular), suatu ektoplasma yang seperti gel, yang menyelubungi endoplasma yang lebih encer. Selama gerak ameboid, beberapa pseudopodia dapat mulai terbentuk di beberapa bagian sel tetapi biasanya hanyansatu yang dominan dan sel begerak ke arah itu. Perlu ditegaskan bahwa sebenarnya tidak ada bagian depan (anterior) yang permanen, karena kaki semu yang dominan dapat terbentuk dipermukaan sel mana saja. Seperti yang sudah disebut diatas, sitoplasma amoeba dapat dibagi menjadi ektoplasma yang setengah keras/ kaku di bawah membrane sel dan endoplasma yang lebih encer yang terletak lebih dalam. (ugeex.blogspot.com, 2009). 11. Diapedensis adalah bagian dari leukosit (sel darah putih) yang melalui dinding kapiler ke situs peradangan. (Kamuskesehatan.com, Nd). 12. Endotel atau Sel endotel pembuluh darah merupakan satu lapis sel yang terletak diantara aliran darah dan jaringan. Selain sebagai barier terhadap difusi makromolekul ke jaringan, sel endotel pembuluh darah juga mempunyai fungsi lain, seperti pengaturan tonus otot polos pembuluh darah, haemostasis dan koagulasi, pertahanan tubuh dan angiogenesis. (Nurhidayat, 2010). 13. Rheumatoid arthtis atau Radang sendi (bahasa Inggris: Rheumatoid Arthritis, RA) merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang. RA dapat mengakibatkan nyeri, kemerahan, bengkak dan panas di sekitar sendi. Berdasarkan studi, RA lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria dengan rasio kejadian 3 : 1. Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus Rheumatoid Arthritis diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia. 14. Anemia aplastik adalah kelainan hematologik yang ditandai dengan penurunan komponen selular pada darah tepi yang diakibatkan oleh kegagalan produksi di sumsum tulang. Pada keadaan ini jumlah sel-sel darah yang diproduksi tidak memadai. Penderita mengalami pansitopenia, yaitu keadaan dimana terjadi kekurangan jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. (Mareta, 2013).

Sel Darah Putih

Posted by : Unknown 0 Comments

- Copyright © 2013 Assasin-Creed - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -