Hikayat Bayan
Budiman
Sebermula ada saudagar di negara
Ajam.Khojan Mubarok namanya,terlalu amat kaya,akan tetapi ia tiada beranak.tak
seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan,maka saudagar Mubarok pun
beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang di beri nama Khojan Maimun.
Setelah umurnya Khojkan maimun lima tahun,maka di serahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun,ia di pinangkan dengan anak saudagar yang kaya,amat elok parasnya,namanya Bibi Zainab.
Hatta beberapa lamanya khojan Maimun beristri itu,ia membeli seekor burung bayan jantan.Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina,lalu di bawanya ke rumah dan di taruhnya hampir sangkaran bayan juga
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut,lalu minta izinlah dia kepada istrinya.Sebelum dia pergi ,berpesanlah dia pada istrinya itu,jika ada barang suatu pekerjaan,mufakatlah dengan dua ekor unggas itu,hubaya-hubaya jangan tiada ,karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Hatta beberapa lama di tinggal suaminya,ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok.Berkencanlah mereka unyuk bertemu melalui seorang perempuan tua.maka pada suatu malam,pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu,maka bernasehatkah di tentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT.maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.
Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura2 tidur.maka bayan pun berpura2 terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi Zainab perg mendapatkan anak raja.maka bayan pun berpikir bila ia menjawab seperti tiung maka ia juga akan binasa.Setelah ia sudah berpikir demikian itu,mak ujarnya,"Aduhai Siti yang baik paras,pergilah dengan segeranya mendapatkan anak raja itu.Apapun hamba ini haraplah tuan,jikalau jahat sekalipun pekerjaan tuan,Insya Allah di atas kepala hambalah menanggungnya.Baiklah tuan pergi,karena sudah di nanti anak raja itu.Apatah di cara oleh segala manusia di dunia ini selain martabat,kesabaran,dan kekayaan?Adapun akan hamba,tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya seorang istri saudagar.
Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut.Maka Bayanpun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu.
Hatta setiap malam,Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu,dan setiap berpamitan dengan bayan ,maka di berilah ia cerita2 hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung tersebut bercerita,hingga akhirny lah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatanya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Setelah umurnya Khojkan maimun lima tahun,maka di serahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun,ia di pinangkan dengan anak saudagar yang kaya,amat elok parasnya,namanya Bibi Zainab.
Hatta beberapa lamanya khojan Maimun beristri itu,ia membeli seekor burung bayan jantan.Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina,lalu di bawanya ke rumah dan di taruhnya hampir sangkaran bayan juga
Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut,lalu minta izinlah dia kepada istrinya.Sebelum dia pergi ,berpesanlah dia pada istrinya itu,jika ada barang suatu pekerjaan,mufakatlah dengan dua ekor unggas itu,hubaya-hubaya jangan tiada ,karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.
Hatta beberapa lama di tinggal suaminya,ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok.Berkencanlah mereka unyuk bertemu melalui seorang perempuan tua.maka pada suatu malam,pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu,maka bernasehatkah di tentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT.maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.
Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura2 tidur.maka bayan pun berpura2 terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi Zainab perg mendapatkan anak raja.maka bayan pun berpikir bila ia menjawab seperti tiung maka ia juga akan binasa.Setelah ia sudah berpikir demikian itu,mak ujarnya,"Aduhai Siti yang baik paras,pergilah dengan segeranya mendapatkan anak raja itu.Apapun hamba ini haraplah tuan,jikalau jahat sekalipun pekerjaan tuan,Insya Allah di atas kepala hambalah menanggungnya.Baiklah tuan pergi,karena sudah di nanti anak raja itu.Apatah di cara oleh segala manusia di dunia ini selain martabat,kesabaran,dan kekayaan?Adapun akan hamba,tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya seorang istri saudagar.
Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut.Maka Bayanpun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu.
Hatta setiap malam,Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu,dan setiap berpamitan dengan bayan ,maka di berilah ia cerita2 hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung tersebut bercerita,hingga akhirny lah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatanya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Hikayat Bayan Budiman
SITI NURBAYA
Pengarang : Marah Rusli
Penerbit : Balai Pustaka
Siti Nurbaya merupakan kisah klasik Indonesia. Novel ini menggambarkan tentang latar dan kritik terhadap adat istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Kisah tragis yang tetap dikenang sampai sekarang. Berkisah tentang dua orang pemuda pemudi, Samsulbahri, putra dari bangsawan, Sultan Mahmud Syah dan Siti Nurbaya, putri dari saudagar kaya, Baginda Sulaiman . Mereka telah bertetangga sejak kecil. Hubungan persahabatan kedua remaja ini lama kelamaan berubah menajdi cinta, yang baru mereka sadari saat Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.
Sementara itu, Datuk Maringgih, seorang saudagar kaya di Padang, berusaha menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman karena iri terhadap harta kekayannya. Ia menyuruh anak buahnya membakar toko-toko dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman. Akhirnya Baginda Sulaiman jatuh miskin, tapi ia tidak mengira hal ini diakibatkan oleh akal licik Datuk Maringgih. Ia meminjam sejumlah uang tanpa prasangka apapun. Akan tetapi bagi Datuk maringgih, kedatangan Baginda Sulaiman memang sangat diharapkan. Ia meminjamkan uang dengan syarat harus dilunasi dalam tiga bulan. Pada saat yang ditentukan, Datuk pun datang menagih janji.
Malang bagi Baginda Sulaiman. Ia tidak dapat melunasi utang. Datuk Maringgih yang tidak mau rugi, mengancam akan memenjarakan BagindaSulaiman, kecuali Baginda menyerahkan Siti Nurbaya untuk dijadikan istri mudanya. Awalnya baginda menolak, karena ia tidak mau putrinya menjadi korban hidung belang. Ia pasrah menjalani hukuman. Saat itulah, Siti Nurbaya keluar dari kamar dan menyatakan bersedia menjadi istri muda Datuk Maringgih, asal ayahnya tidak dipenjarakan.
Samsulbahri yang mendengar peristiwa itu, ikut prihatin. Oleh karena itu, saat liburan, ia pulang ke Padang dan menyempatkan menengok Baginda Sulaiman yang sedang sakit.Kebetulan, saat itu Siti Nurbaya sedang menjenguk ayahnya. Merekapun saling menceritakan pengalaman masing-masing. Hal ini diketahui Datuk maringgih dan ia mengira mereka berdua melakukan perbuatan yang tidak pantas. Pertengkaran tak dapat dihindarkan. Ayah Siti Nurbaya yang berusaha melerai, terjatuh dari tangga dan menemui ajal. Selain itu, ayah Syamsul Bahri yang malu atas tuduhan itu, mengusir anaknya. Sementara itu, Siti Nurbaya merasa bebas dan tidak perlu lagi tunduk pada Datuk Maringgih, memilih tinggal dengan familinya.
Tapi akal licik Datuk Maringgih tidak berhenti sampai disitu. Sekali waktu dia menuduh Siti Nurbaya mencuri perhiasannya, sehingga ia tidak dapat menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Belum puas, ia menyuruh seseorang meracuni Siti Nurbaya, yang mengakibatkan Siti Nurbaya meninggal. Hal ini mengakibatkan ibu Samsulbahri sedih dan meninggal dunia.
Samsulbahri yang mengetahui hal tersebut sangat sedih dan mencoba bunuh diri. Ia berhasi diselamatkan.
Ia yang frustasi kemudian menjadi serdadu belanda, dengan nama Letnan Mas dan mendapat tugas menumpas pemberontakan di Padang. Ia mendapat perlawanan sengit namun berhasil menumpasnya bahkan berhasil membunuh Datuk Maringgih, si dalang pemberontakan. Karena luka parah, ia dirawat dirumah sakit. Saat itu, timbul keinginannya untuk berjumpa sang ayah. Pada saat terakhir, ia berhasil memberitahu ayahnya bahwa ia, Samsulbahri, masih hidup. Setelah mengucapkan hal itu, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Sang ayah yang terkejut dan berduka, ikut menghembuskan nafas terkhir keesokan harinya.
Pengarang : Marah Rusli
Penerbit : Balai Pustaka
Siti Nurbaya merupakan kisah klasik Indonesia. Novel ini menggambarkan tentang latar dan kritik terhadap adat istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Kisah tragis yang tetap dikenang sampai sekarang. Berkisah tentang dua orang pemuda pemudi, Samsulbahri, putra dari bangsawan, Sultan Mahmud Syah dan Siti Nurbaya, putri dari saudagar kaya, Baginda Sulaiman . Mereka telah bertetangga sejak kecil. Hubungan persahabatan kedua remaja ini lama kelamaan berubah menajdi cinta, yang baru mereka sadari saat Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.
Sementara itu, Datuk Maringgih, seorang saudagar kaya di Padang, berusaha menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman karena iri terhadap harta kekayannya. Ia menyuruh anak buahnya membakar toko-toko dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman. Akhirnya Baginda Sulaiman jatuh miskin, tapi ia tidak mengira hal ini diakibatkan oleh akal licik Datuk Maringgih. Ia meminjam sejumlah uang tanpa prasangka apapun. Akan tetapi bagi Datuk maringgih, kedatangan Baginda Sulaiman memang sangat diharapkan. Ia meminjamkan uang dengan syarat harus dilunasi dalam tiga bulan. Pada saat yang ditentukan, Datuk pun datang menagih janji.
Malang bagi Baginda Sulaiman. Ia tidak dapat melunasi utang. Datuk Maringgih yang tidak mau rugi, mengancam akan memenjarakan BagindaSulaiman, kecuali Baginda menyerahkan Siti Nurbaya untuk dijadikan istri mudanya. Awalnya baginda menolak, karena ia tidak mau putrinya menjadi korban hidung belang. Ia pasrah menjalani hukuman. Saat itulah, Siti Nurbaya keluar dari kamar dan menyatakan bersedia menjadi istri muda Datuk Maringgih, asal ayahnya tidak dipenjarakan.
Samsulbahri yang mendengar peristiwa itu, ikut prihatin. Oleh karena itu, saat liburan, ia pulang ke Padang dan menyempatkan menengok Baginda Sulaiman yang sedang sakit.Kebetulan, saat itu Siti Nurbaya sedang menjenguk ayahnya. Merekapun saling menceritakan pengalaman masing-masing. Hal ini diketahui Datuk maringgih dan ia mengira mereka berdua melakukan perbuatan yang tidak pantas. Pertengkaran tak dapat dihindarkan. Ayah Siti Nurbaya yang berusaha melerai, terjatuh dari tangga dan menemui ajal. Selain itu, ayah Syamsul Bahri yang malu atas tuduhan itu, mengusir anaknya. Sementara itu, Siti Nurbaya merasa bebas dan tidak perlu lagi tunduk pada Datuk Maringgih, memilih tinggal dengan familinya.
Tapi akal licik Datuk Maringgih tidak berhenti sampai disitu. Sekali waktu dia menuduh Siti Nurbaya mencuri perhiasannya, sehingga ia tidak dapat menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Belum puas, ia menyuruh seseorang meracuni Siti Nurbaya, yang mengakibatkan Siti Nurbaya meninggal. Hal ini mengakibatkan ibu Samsulbahri sedih dan meninggal dunia.
Samsulbahri yang mengetahui hal tersebut sangat sedih dan mencoba bunuh diri. Ia berhasi diselamatkan.
Ia yang frustasi kemudian menjadi serdadu belanda, dengan nama Letnan Mas dan mendapat tugas menumpas pemberontakan di Padang. Ia mendapat perlawanan sengit namun berhasil menumpasnya bahkan berhasil membunuh Datuk Maringgih, si dalang pemberontakan. Karena luka parah, ia dirawat dirumah sakit. Saat itu, timbul keinginannya untuk berjumpa sang ayah. Pada saat terakhir, ia berhasil memberitahu ayahnya bahwa ia, Samsulbahri, masih hidup. Setelah mengucapkan hal itu, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Sang ayah yang terkejut dan berduka, ikut menghembuskan nafas terkhir keesokan harinya.
Siti Nurbaya
Hikayat Hang Tuah
Hang Tuah lahir dari Ibu yang bernama Dang Merduwati, sementara Ayahnya bernama Hang Mahmud. Karena kesulitan hidupnya, mereka pindah ke Pulau Bintan, tempat raja bersemayam, dengan harapan mendapat rezeki di situ. Mereka membuka warung dan hidup sangat sederhana.
Semua sahabat Hang Tuah berani. Mereka itu adalah Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Pernah suatu ketika mereka berlima pergi berlayar. Di tengah lautan dihadang oleh gerombolan perampok yang banyak sekali. Hang Tuah menggunakan taktik, membawa mereka ke darat. Di sana mereka melakukan perlawanan.
Sepuluh perampok mereka tewaskan, sedangkan yang lain melarikan diri. Dari beberapa orang yang dapat ditawan, mereka mengaku dari daerah Siantan dan Jemaja atas perintah Gajah Mada di Majapahit.
Sebenarnya mereka diperintahkan untuk menyerang Palembang tetapi angin kencang membawa mereka tersesat di Melaka. Akhirnya, keberanian Hang Tuah dan kawan-kawannya sampai juga kepada raja sehingga raja berkenan kepada mereka. Suatu ketika ada orang yang mengamuk di pasar. Orang-orang lari ketakutan. Hang Tuah jugalah yang dapat membunuh orang itu.
Hang Tuah lalu diangkat menjadi biduan istana (pelayan raja). Saat itu dia diminta menyerang ke Palembang yang diduduki orang Siantan dan Jemala. Hang Tuah sukses, lalu dia diangkat menjadi Laksamana. Berkali-kali Hang Tuah diutus ke luar negeri; ke Tiongkok, Rum, Majapahit, dan dia pernah pula naik haji. Akhir hayatnya, Hang Tuah berkhalwat di Tanjung Jingara.
Hang Tuah
:: Putra Lokan ::
Pada zaman dahulu di hulu sungai Bintan memerintah seorang raja yang adil. Rakyatnya makmur dan sejahtera. Akan tetapi, sayangnya, raja tidak memiliki keturunan meskipun sudah belasan tahun menikah. Pada suatu hari permaisuri dan raja pergi berkelah di muara sungai dan permaisurinya yang ditemani dayang-dayang mandi di sungai. Entah apa sebabnya tiba-tiba permaisuri terjatuh dan pingsan.
Raja sangat resah melihata keadaan permaisurinya. Dipanggilnya tabib, tetapi tabib tidak mengobati karena permaisuri sedang berbadan dua. Berita ini sangat menggembirakan raja dan permaisuri serta seluruh rakyatnya. Ketika melahirkan, bepata terkejutnya raja dan permaisuri karena anak yang dilahirkan berupa lokan. Peristiwa ini merupakan aib bagi raja. Raja bingung dan malu. Ada saat kebingungan itulah bendaraha kerajaan yang menyimpan niat jahat pada raja mengahsut raja agar permaisuri dan lokan dibuang ke dalam hutan yang jauh dari kerjaan.
Sesampai di hutan, permaisuri merasa sangat masyghul, takut dan bingung. Dalam kebingan itu pula dia bertemu dengan nenek Kebayan. Di rumah nenek Kebayan yang sempit itulah permaisuri menghabiskan waktu bersama dengan lokan anaknya.
Setelah 18 tahun di hutan, rupanya Lokan berkembang sesuai usianya. Pada malam bulan purnama, muncullah seorang putera dari dalam kolam. Betapa terkejutnya permaisuri dan dia heran siapakah gerangan pemuda tampan ini. Akan tetapi, putera lokan langsung mengatakan bahwa dia adalah putra permaisuri yang muncul dari dalam lokan. Betapa haru dan bahagianya permaisuri.
Tak lama kemudian, mereka berdua, yaitu permaisuri dan putranya berangkat ke kerajaan. Mereka ingin bertemu dengan raja dan melihat-lihat keadaan itu kota kerajaan. Mereka tinggal di pinggir kota dan Putra Lokan menyamar sebagai pedagang kelliling sehingga agak bebas memasuki lingkungan istana. Dari penyamaran inilah diketahui bahwa raja telah ditawan dan ditahan oleh bendahara dan pengikutnya di dalam perigi beracun.
Hal ini diceritakannya pada ibundanya. Lalau mereka berencana melakukan penyerangan terhadap bendahara. Pada saat yang tepat, Putra Lokan melakukan penyerangan dan menang. Kemudian dapat membebaskan raja dari dalam perigi beracun. Raja pun merasa sangat berutang budi kepada Putra Lokan.
Kemudan raja bertanya, “Siapakah pemuda sebenarnya?” Putra Lokan menjawab “Biarlah nanti ibunda saya yang menjawab, sebentar lagi ibunda akan datang menghadap baginda”. Tak lama kemudian muncullah ibunda Putra Lokan dan tahulah baginda bahwa pemuda itu adalah putranya sendiri.
Pada zaman dahulu di hulu sungai Bintan memerintah seorang raja yang adil. Rakyatnya makmur dan sejahtera. Akan tetapi, sayangnya, raja tidak memiliki keturunan meskipun sudah belasan tahun menikah. Pada suatu hari permaisuri dan raja pergi berkelah di muara sungai dan permaisurinya yang ditemani dayang-dayang mandi di sungai. Entah apa sebabnya tiba-tiba permaisuri terjatuh dan pingsan.
Raja sangat resah melihata keadaan permaisurinya. Dipanggilnya tabib, tetapi tabib tidak mengobati karena permaisuri sedang berbadan dua. Berita ini sangat menggembirakan raja dan permaisuri serta seluruh rakyatnya. Ketika melahirkan, bepata terkejutnya raja dan permaisuri karena anak yang dilahirkan berupa lokan. Peristiwa ini merupakan aib bagi raja. Raja bingung dan malu. Ada saat kebingungan itulah bendaraha kerajaan yang menyimpan niat jahat pada raja mengahsut raja agar permaisuri dan lokan dibuang ke dalam hutan yang jauh dari kerjaan.
Sesampai di hutan, permaisuri merasa sangat masyghul, takut dan bingung. Dalam kebingan itu pula dia bertemu dengan nenek Kebayan. Di rumah nenek Kebayan yang sempit itulah permaisuri menghabiskan waktu bersama dengan lokan anaknya.
Setelah 18 tahun di hutan, rupanya Lokan berkembang sesuai usianya. Pada malam bulan purnama, muncullah seorang putera dari dalam kolam. Betapa terkejutnya permaisuri dan dia heran siapakah gerangan pemuda tampan ini. Akan tetapi, putera lokan langsung mengatakan bahwa dia adalah putra permaisuri yang muncul dari dalam lokan. Betapa haru dan bahagianya permaisuri.
Tak lama kemudian, mereka berdua, yaitu permaisuri dan putranya berangkat ke kerajaan. Mereka ingin bertemu dengan raja dan melihat-lihat keadaan itu kota kerajaan. Mereka tinggal di pinggir kota dan Putra Lokan menyamar sebagai pedagang kelliling sehingga agak bebas memasuki lingkungan istana. Dari penyamaran inilah diketahui bahwa raja telah ditawan dan ditahan oleh bendahara dan pengikutnya di dalam perigi beracun.
Hal ini diceritakannya pada ibundanya. Lalau mereka berencana melakukan penyerangan terhadap bendahara. Pada saat yang tepat, Putra Lokan melakukan penyerangan dan menang. Kemudian dapat membebaskan raja dari dalam perigi beracun. Raja pun merasa sangat berutang budi kepada Putra Lokan.
Kemudan raja bertanya, “Siapakah pemuda sebenarnya?” Putra Lokan menjawab “Biarlah nanti ibunda saya yang menjawab, sebentar lagi ibunda akan datang menghadap baginda”. Tak lama kemudian muncullah ibunda Putra Lokan dan tahulah baginda bahwa pemuda itu adalah putranya sendiri.
Cerita Melayu Klasik
PENGANTAR
Hampir
semua ahli sepakat bahwa Sastra Indonesia Lama tidak diketahui kapan
munculnya. Yang dapat dikatakan adalah bahwa Sastra Indonesia Lama
muncul bersamaan dengan dimulainya peradaban bangsa Indonesia, sementara
kapan bangsa Indonesia itu ada juga masih menjadi perdebatan. Yang
tidak disepakati oleh para ahli adalah kapan sejarah sastra Indonesia
memasuki masa baru. Ada yang berpendapat bahwa Sastra Indonesia Lama
berakhir pada masa kebangkitan nasional (1908), masa Balai Pustaka
(1920), masa munculnya Bahasa Indonesia (1928), ada pula yang
berpendapat bahwa Sastra Indonesia Lama berakhir pada masa Abdullah bin
Abdulkadir Munsyi (1800-an).
Alhasil,
ada dua versi besar periodisasi sastra Indonesia. Versi pertama adalah
bahwa sejarah sastra Indonesia dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar
yaitu 1) Sastra Indonesia Lama, 2) Sastra Indonesia Baru, dan 3) Sastra
Indonesia Modern. Sedangkan versi kedua membagi sejarah sastra
Indonesia menjadi empat kelompok besar, yaitu 1) Sastra Indonesia Lama,
2) Sastra Indonesia Peralihan, 3) Sastra Indonesia baru, dan 4) Sastra
Indonesia Modern.
Sastra
Indonesia Lama adalah masa sastra mulai pada masa pra-sejarah (sebelum
suatu bangsa mengenal tulisan) dan berakhir pada masa Abdullah bin
Abdulkadir Munsyi. Ada juga yang mengatakan bahwa sastra Indonesia lama
berakhir pada masa balai Pustaka. Sastra Indonesia Lama tidak dapat
digolong-golongkan berdasarkan jangka waktu tertentu (seperti halnya
Sastra Indonesia baru) karena hasil-hasil dari sastra masa ini tidak
mencantumkan waktu dan nama pengarangnya.
Beberapa pembagian Sastra Indonesia Lama adalah sebagai berikut
A. Berdasarkan bentuknya, sastra Indonesia Lama dibagi menjadi dua
- Prosa lama
- Puisi Lama
B. berdasarkan isinya, Sastra Indonesia Lama dibedakan menjadi tiga, yaitu
- Sastra Sejarah
- Sastra Undang-Undang
- Sastra petunjuk Bagi Raja atau Penguasa
C. Berdasarkan pengaruh asing, Sastra Indonesia Lama dibedakan menjadi tiga, yaitu
- Sastra Indonesia Asli
- Sastra Indonesia Lama Pengaruh Hindu
- Sastra Indonesia Lama Pengaruh Islam
Ciri-ciri kesusastraan Indonesia Lama
1. Bersifat onomatope/anonim, yaitu nama pengarang tidak dicantumkan dalam karya sastra.
2. Merupakan milik bersama masyarakat.
3. Timbul karena adat dan kepercayaan masyarakat
4. Bersifat istana sentris, maksudnya ceritanya berkisar pada lingkungan istana
5. Disebarkan secara lisan
6. Banyak bahasa klise, yaitu bahasa yang bentuknya tetap.
Jabatan/orang
yang sangat berjasa dalam penyebaran sastra Indonesia Lama adalah
pawang. Ia adalah kepala adat (istilah sekarang mungkin sama dengan
“dukun” dalam kebudayaan Jawa). Jabatan ini berbeda dengan kepala suku.
Menurut Dick Hartoko dan Rahmanto, pawang dikenal sebagai orang yang
mempunyai keahlian yang erat hubungannya dengan hal-hal yang gaib. Ia
termasuk orang yang keramat dan dapat berhubungan dengan para dewa atau
hyang. Pawang terbagi atas pawang kutika (ahli bercocok tanam dan
hal-hal yang berhubungan dengan rumah tangga), pawang osada (ahli dalam
jampi-jampi), pawang malim (ahli dalam pertenungan), dan pawang pelipur
lara (ahli bercerita).
SASTRA INDONESIA LAMA BERDASARKAN BENTUKNYA
A. PROSA LAMA
- Dongeng
Dongeng adalah prosa cerita yang isinya hanya khayalan saja, hanya ada dalam fantasi pengarang.
Dongeng dibedakan menjadi
a. Fabel,
yaitu dongeng tentang kehidupan binatang. Dongeng tentang kehidupan
binatang ini dimaksudkan agar menjadi teladan bagi kehidupan manusia
pada umumnya. (Menurut Dick hartoko dan B. Rahmanto, yang dimaksud fabel
adalah cerita singkat, sering dalam bentuk sanjak, yang bersifat
didaktis bertepatan dengan contoh yang kongkret. Tumbuh-tumbuhan dan
hewan ditampilkan sebagai makhluk yang dapat berpikir, bereaksi, dan
berbicara sebagai manusia. Diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang
mengandung ajaran moral).
b. Farabel,
yaitu dongeng tentang binatang atau benda-benda lain yang mengandung
nilai pendidikan. Binatang atau benda tersebut merupakan perumpamaan
atau lambang saja. Peristiwa ceritanya merupakan kiasan tentang
pelajaran kesusilaan dan keagamaan.
c. Legende, yaitu dongeng yang dihubungkan dengan keajaiban alam, terjadinya suatu tempat, dan setengah mengandung unsur sejarah.
d. Mythe,
yiatu dongeng yang berhubungan dengan cerita jin, peri, roh halus,
dewa, dan hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan animisme.
e. Sage,
yaitu dongeng yang mengandung unsur sejarah meskipun tidak seluruhnya
berdasarkan sejarah. (Menurut Dick Hartoko dan B. Rahmanto, kata sage
berasal dari kata jerman “was gesagt wird” yang berarti apa yang
diucapkan, cerita-cerita alisan yang intinya historis, terjadi di suatu
tempat tertentu dan pada zaman tertentu. Ada yang menceritakan tentang
roh-roh halus, mengenai ahli-ahli sishir, mengenai setan-setan atau
mengenai tokoh-tokoh historis. Selalu ada ketegangan antara dunia
manusia dan dunia gaib. Manusia selalu kalah. Nada dasarnya tragis, lain
daripada dongeng yang biasanya optimis)
- Hikayat
Kata
hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita. Hikayat adalah
cerita yang panjang yang sebagian isinya mungkin terjadi
sungguh-sungguh, tetapi di dalamnya banyak terdapat hal-hal yang tidak
masuk akal, penuh keajaiban. (Dick hartoko dan B. Rahmanto memberikan
definisi hikayat sebagai jenis prosa cerita Melayu Lama yang mengisahkan
kebesaran dan kepahlawanan orang-orang ternama, para raja atau para
orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan dan
muzizat tokoh utamanya, kadang mirip cerita sejarah atau berbentu
riwayat hidup.
- Tambo
Tambo adalah cerita sejarah, yaitu cerita tentang kejadian atau asal-usul keturunan raja.
- Wira Carita (Cerita Kepahlawanan)
Wira
carita adalah cerita yang pelaku utamanya adalah seorang kesatria yang
gagah berani, pandai berperang, dan selalu memperoleh kemenangan.
B. PUISI LAMA
- Mantra
Mantra adalah
kata-kata yang mengandung hikmat dan kekuatan gaib. Mantra sering
diucapkan oleh dukun atau pawang, namun ada juga seorang awam yang
mengucapkannya.
- Bidal.
Bidal
adalah pepatah atau peribahasa dalam sastra Melayu lama yang kebanyakan
berisi sindiran, peringatan, nasehat, dan sejenisnya. Yang termasuk
dalam kategori bidal adalah
a. Ungkapan, yaitu kiasan tentang keadaan atau kelakauan yang dinyatakan dengan sepatah atau beberapa patah kata.
b. Peribahasa
, yaitu kalimat lengkap yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan
seseorang dengan mengambil perbandingan dengan alam sekitar.
c. Tamsil, yaitu seperti perumpamaan tetapi dikuti bagian kalimat yang menjelaskan.
d. Ibarat, yaitu seperti perumpamaan dan tamsil tetapi diikuti bagian yang menjelaskan yang berisi perbandingan dengan alam.
e. Pepatah, yaitu kiasan tetap yang dinyatakan dalam kalimat selesai.
f. Pemeo, yaitu ucapan yang terkenal dan diulang-ulang, berfungsi sebagai semboyan atau pemacu semangat.
- Pantun
Pantun ialah puisi lama yang terikat oleh syarat-syarat tertentu (jumlah baris, jumlah suku kata, kata, persajakan, dan isi).
Ciri-ciri pantun adalah
a. Pantun terdiri dari sejumlah baris yang selalu genap yang merupakan satu kesatuan yang disebut bait/kuplet.
b. Setiap baris terdiri dari empat kata yang dibentuk dari 8-12 suku kata (umumnya 10 suku kata).
c. Separoh
bait pertama merupakan sampiran (persiapan memasuki isi pantun),
separoh bait berikutnya merupakan isi (yang mau disampaikan).
d. Persajakan antara sampiran dan isi selalu paralel (ab-ab atau abc-abc atau abcd-abcd atau aa-aa)
e. Beralun dua
Berdasarkan bentuk/jumlah baris tiap bait, pantun dibedakan menjadi
a. Pantun biasa, yaitu pantun yang terdiri dari empat baris tiap bait.
b. Pantun kilat/karmina, yiatu pantun yang hanya tersusun atas dua baris.
c. Pantun berkait, yiatu pantun yang tersusun secara berangkai, saling mengkait antara bait pertama dan bait berikutnya.
d. Talibun,
yaitu pantun yang terdiri lebih dari empat baris tetapi selalu genap
jumlahnya, separoh merupakan sampiran, dan separho lainnya merupakan
isi.
e. Seloka, yaitu pantun yang terdiri dali empat baris sebait tetapi persajakannya datar (aaaa).
Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi
a. Pantun anak-anak
- pantun bersuka cita
- pantun berduka cita
b. Pantun muda
- pantun perkenalan
- pantun berkasih-kasihan
- pantun perceraian
- pantun beriba hati
- pantun dagang
c. Pantun tua
- pantun nasehat
- pantun adat
- pantun agama
d. Pantun jenaka
e. Pantun teka-teki
- Gurindam
Gurindam
adalah puisi lama yang terdiri dari dua baris satu bait, kedua lariknya
merupakan kalimat majemuk yang selalu berhubungan menurut hubungan
sebab-akibat. Baris pertama merupakan syaratnya sedangkan baris kedua
merupakan jawabannya. Gurindam berisi petuah atau nasehat. Gurindam
muncul setelah timbul pengaruh kebudayaan Hindu.
- Syair
Kata
syair berasal dari bahasa Arab syu’ur yang artinya perasaan. Syair
timbul setelah terjadinya pengaruh kebudayaan islam. Puisi ini terdiri
dari empat baris sebait, berisi nasehat, dongeng, dan sebagian besar
berisi cerita. Syair sering hanya mengutamakan isi.
Ciri-ciri syair
a. terdiri dari empat baris
b. tiap baris terdiri dari 4-5 kata (8-12 suku kata)
c. persamaan bunyi atau sajak akhir sama dan sempurna
d. tidak ada sampiran, keempatnya merupakan isi
e. terdiri dari beberapa bait, tiap bait berhubungan
f. biasanya berisi cerita atau berita.
- Prosa liris (kalimat berirama)
Prosa liris adalah prosa yang di dalamnya masih terdengar adanya irama.
- Puisi-puisi Arab
Bentuk-bentuk puisi Arab adalah
a. Masnawi,
yaitu puisi lama yang terdiri dari dua baris sebait (sama dengan
disthikon). Skema persajakannya berpasangan aa,bb,cc, … dan seterusnya)
dan beiri puji-pujian untuk pahlawan.
b. Rubai,
yaitu puisi lama yang terdiri dari empat baris sebait (sama dengan
kuatrin). Skema persajakannya adalah a-a-b-a dan berisi tentang nasihat,
puji-pujian atau kasih sayang.
c. Kit’ah, yaitu puisi lama yang terdiri dari lima baris sebait (sama dengan quin).
d. Gazal, yaitu puisi lama yang terdiri dari delapan baris sebait (sama dengan stanza atau oktaaf).
e. Nazam, yaitu puisi lama yang terdiri dari duabelas baris sebait.
Di
samping yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa bentuk lain yang
perlu dikenal walaupun sebenarnya tidak murni berasal dari Sastra
Melayu. Bentuk-bentuk tersebut adalah
1. Kaba
Adalah
jenis prosa lirik dari sastra Minangkabau tradisional yang dapat
didendangkan. Biasanya orang lebih tertarik pada cara penceritaan
daripada isi ceritanya. Kaba termasuk sastra lisan yang dikisahkan turun
temurun. Contohnya adalah cerita Sabai nan Aluih.
2. Kakawin
Adalah
sejenis puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno dan yang
mempergunakan metrum dari India (Tambo). Berkembang pada masa Kediri dan
Majapahit. Penyairnya disebut kawi. Contohnya Ramayana, Arjunawiwaha,
dan negarakertagama.
3. Kidung
Jenis puisi Jawa Pertengahan yang mempergunakan persajakan asli Jawa.
4. Parwa
Adalah
jenis prosa yang diadaptasi dari bagian-bagian epos dalam bahasa
sanskerta dan menunjukkan ketergantungannya dengan kutipan-kutipan dari
karya asli dalam Bahasa Sanskerta. Kutipan-kutipan tersebut tersebar di
seluruh teks parwa yang biasanya berbahasa Jawa Kuno.
5. Cerita Pelipur Lara
Sejenis
sastra rakyat yang pada mulanya berbentuk sastra lisan. Cerita jenis
ini bersifat perintang waktu dan menghibur belaka. Kebanyakan
menceritakan tentang kegagahan dan kehebatan seorang ksatria tampan yang
harus menempuh seribu satu masalah dalam usahanya merebut putri cantik
jelita yang akan dipersunting. (Hampir sama dengan hikayat).
DAFTAR PUSTAKA
Belang, Mia. Dkk. 1992. Pelajaran Bahasa Indonesia. Klaten : Intan Pariwara.
Dipodjojo, Asdi S. 1986. Kesusasteraan Indonesia Lama pada Zaman Pengaruh Islam. Yogyakarta : Percetakan Lukman.
Djamaris, Edwar. 1984. Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik (Sastra Indonesia Lama). Jakarta : Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan daerah.
Hartoko, Dick dan B. Rahmanto. 1986. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta : Kanisius.
Hendy, Zaidan. 1991. Pelajaran Sastra 1. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.
Suparni. 1987. Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkan Kurikulum 1984. Bandung : Aditya.
Sastra Melayu
JEMBATAN SALJU
Bertahun-tahun yang lalu, ketika hutan besar masih menyelimuti perbukitan jepang, seorang samurai bernama hikaru tersesat dalam badai musim dingin yang tiba-tiba. Salju pelet setajam tombak menembus jubahnya dan mengantarnya membabi buta ke dalam hutan.
Dingin
mengintai dia, dan dia tidak punya senjata terbuat untuk melawan musuh yang tak
terlihat ini. Akhirnya, kudanya berlari ke tempat terbuka. angin mengguncang
dahan pohon, namun tidak ada salju turun di sana. rumah kayu berjongkok di samping
pohon kamper yang besar. salju adalah karpet putih mulus. tempat ini cukup
tampak cukup damai, tapi dia merasakan seseorang menonton, menunggu dalam diam.
pintu dibuka. seorang wanita berambut putih mengamatinya. bertahan tangannya,
ia bergumam, "selamat datang, Tuanku. masuk dan tidak merasa takut"
hikaru
tersenyum, ia telah membunuh ketakutan lama, tapi kudanya lari dari kandang
kecil. samurai menarik kendali dan melaju ke depan sampai kuda enggan bergerak
maju. ia menemukan ramping-untuk dibangun di sisi pondok, terlindung di satu
sisi oleh pondok dan di sisi lain oleh pohon. ketika mulutnya menemukan
beberapa jerami, kelaparan yang mengusir semua rasa takut. ia meninggalkan
hewan merumput damai dan pergi untuk menemukan nyonya rumah tempat ini
pondok hanya
dilengkapi, cahaya api pemikiran
menciptakan kilauan emas dari piring
dan cangkir dia mengatur hadapannya mana wanita
ini telah menemukan kemewahan
tersebut, ia bertanya-tanya seperti diam-diam melayaninya..
setelah ia
makan, ia tetap matanya padanya "siapa kau?".
dia terus tatapannya sederhana menurunkan "saya disebut yuki, Tuanku. tempat ini adalah rumah saya".
Yuki melihat di sekitar ruangan di sutra whisper.gradually, ia menjadi sadar betapa cantiknya hutan telah menjadi "kau tidak kesepian di sini"
dia terus tatapannya sederhana menurunkan "saya disebut yuki, Tuanku. tempat ini adalah rumah saya".
Yuki melihat di sekitar ruangan di sutra whisper.gradually, ia menjadi sadar betapa cantiknya hutan telah menjadi "kau tidak kesepian di sini"
dia tersenyum dan berkata, "Anda berada di sini,
Tuanku. selama Anda senang dengan saya, bagaimana saya bisa kesepian?
waktu berlalu, tapi itu selalu dingin. hikaru lupa segalanya
tetapi wanita cantik yang diantisipasi keinginannya. begitu pikirnya.
"saya ingin" yuki ada di sana, yang menawarkan makanan dan minuman
untuk mengisi perutnya atau lagu untuk menenangkan jiwanya. namun manusia tak
pernah. untuk seorang prajurit, bahkan surga duniawi bisa menjadi penjara jahat
satu hari, hikaru terbangun dengan kemarahan. yuki tidak
mengatakan atau tidak menyenangkan hatinya. gagah piring dari meja, crash kecil
bergema bagaimana ia akan menghancurkan musuh-musuhnya di masa lalu. memori
tamper meradang nya. cukup ini cukup dan tidak bertindak! ia bisa menemukan
bahwa dalam kematian.
"Tuanku, beritahu saya bagaimana saya membuatmu senang."
"Kau, wanita!" bentaknya. "Kau membuatku
seorang tahanan di tempat ini terlalu lama!" ia bergegas ke pintu dan Flug
terbuka. Angin dingin disikat cheeck nya. Yuki meraih lengan bajunya
"Tuanku Jangan pergi!"
"Cukup!" samurai tersentak dari cengkeramannya.
Kemarahan direbus dalam hatinya saat ia menampar dirinya. "Minggir,
wanita!"
"Seperti yang Anda inginkan." Tanda tangannya
tampak memar gelap pada kulit pucat. "Saya akan saudara Anda tidak
lebih." kepala tertunduk, Yuki melangkah ke samping. Pintu terayun menutup
antara mereka.
Sebuah erangan rendah menggigil antara pohon-pohon. angin
dikirim helmnya dari kepala dan jubahnya dari pundaknya. Dingin ditikam
tubuhnya, tepat di bawah hati.
"Yuki?" Dibutakan, Hikaru tersandung mundur, tapi
kulit pohon tergores tangan questing nya. Di mana pondok? itu dingin, begitu
dingin
Musim semi datang terlambat tahun itu. Burung bernyanyi
untuk menyambut kembalinya matahari. Jari-jari emas dari amteratsu dewi
membelai wajah alabaster masih dari orang tidur. tapi dia tidak pernah
terbangun